21 02 2009

lt 3





PENGHITUNGAN SUBNETTING

21 02 2009

Penghitungan Subnetting

subnetrouter2.JPGKali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192
Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193
Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254
Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0
Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1
Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254
Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.

REFERENSI

1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.





JERAWAT OH MY GOD (GAK ILANG-ILANG) MALAH MAKIN BANYAK

21 02 2009

Gubrak!! Cermin jatuh dari tangan Si Doel dan menjadikannya pecah berkeping-keping. Apaan nih? tanya Si Doel ke dalam pikirannya yang udah semrawut gara-gara abis ujian. Beberapa kali Si Doel ngeraba kulit mukanya yang tiba-tiba mirip kayak permukaan bulan. Ada jendolan disana. Dia berwarna merah. Wah, ini sih jerawat. Tapi dari mana asalnya? Jangan-jangan ini kutukan, pikirnya sambil bergidik.
Berhari-hari udah Si Doel uring-uringan mikirin jerawat yang makin lama tambah banyak. Dia ngerasa belum pernah nyakitin orang deh. Paling cuma kucing tetangga yang dia timpuk pake baskom air gara-gara tuh kucing ngambil jatah ayam goreng kesukaannya. Itu aja udah lama, sekitar dua mingguan yang lalu. Dengan berat badan, eh berat hati akhirnya dia konsultasi sama ahli jerawat alias Si kribo, teman yang dulunya terkenal gara-gara jerawatnya yang segede gaban. Sekarang muka dia kinclong banget kayak abis kena pernisan mobil.
“Bo, Kribo!”teriak Si Doel yang nama aslinya Jadoel pas lagi ketemu Si Kribo di lapangan basket kampung.
“Nggak pake teriak gue udah dengar kok. Eh, tumben lo pake topi,biasanya nggak?”tanya Si Kribo sambil nyengir kuda. Sial, gerutu Si Doel dalam hati.
“Eh, Kribo. Gue kena kutuk nih. Kali aja sama kucing tetangga yang gue timpuk tempo hari”kata Si Doel dengan raut muka was-was.
“Kucing?”kata Si Kribo heran. “Emangnya lo kenapa sih? kok pake ada acara kucing ngutuk lo segala.”
Sambil ngebuka topi, Si Doel nunjukin mukanya yang jadi lahan jerawat. “Nih, gue jerawatan!”
Kontan aja Si Kribo ngakak abis-abisan ngeliat muka Si Doel yang bertaburan jerawat, udah gitu nyasar sampe dikutuk kucing segala.
“Teman lagi susah malah lo ketawain”kata Si Doel yang keki sama sikap Si Kribo.
“Lagian lo ada-ada aja. Masa jerawat lo gara-gara kucing sih”katanya masih ketawa.
“Terus gimana cara ilanginnya?”tanya Si Doel mulai serius.
“Hmm, gue rasa lo kudu pake obat jerawat”kata Si Kribo yang juga mulai serius.
“Emang ada?”
“Ya, adalah. Iklannya banyak di tipi-tipi”katanya lagi. “Mending lo coba dulu deh.”
“Okeh, itu pasti!!”jawab Si Doel mantap. Dia yakin derita gara-gara jerawatnya bakal ilang.
*****
Sore hari menjelang, waktunya buat mandi sore. Dengan semangat 45-nya Si Doel bergegas ke kamar mandi buat bersih-bersih. sekalian wudhu karena waktu shalat ashar bentar lagi. Sekilas dia ngeliat botol obat jerawat yang lagi ngetop di tipi-tipi dekat papan gilesan. Ah, bodo amat. Yang penting jerawat gue ilang, pikir Si Doel.
Pada akhirnya Si Doel pake tuh obat jerawat. Awalnya dia ngerasa ada yang aneh. Masa obat kayak sabun colek yang dijual di warung Mpok Minah, tapi dia nggak peduli. Pokoknya penyakit kulit satu ini kudu ilang selamanya, dalam hatinya dia berharap. Dia ngelakuin ritual ‘gosok kulit’ pake tuh obat hampir lima kali sehari. Kalah deh resepobat yang cuma tiga kali sehari.
Ibunya Si Doel yang sering ngeliat Si Doel bolak-balik melulu ke kamar mandi jadi rada curiga. Tapi ibunya tetap berpikir positif. Barangkali tuh anak lagi sakit perut. Karena sering banget ngeliat anaknya sering ke kamar mandi, akhirnya ibunya Si Doel bertanya. Dipanggil Si Doel ke ruang keluarga.
“Doel, emak peratiin dari kemaren sikap kamu aneh. Kenapa? Apa ada masalah?”tanya ibunya dengan hati-hati.
“Nggak ada apa-apa, Mak”jawab Si Doel.
“Kamu sakit perut, ya? kok bolak-balik melulu ke kamar mandi?”
Sedikit ogah-ogahan akhirnya Si Doel cerita setelah didesak ibunya. Dia punya jerawat abis ujian kelulusan kemaren. Padahal sebelumnya dia nggak pernah jerawatan. Setelah konsultasi sama temannya yang dulu punya jerawat banyak, akhirnya dia ngelaksanain saran temannya itu.Pake obat yang ada di tipi-tipi. Singkatnya, dia nemuin obat jerawat di kamar mandi. terus dia pake. Ibunya Si Doel yang mendengar penjelasaannya senyum sendiri. Nggak lama kemudian ibunya ketawa.
“Pantes aja sabun emak cepat abis.”
“Sabun?”
“Yang kamu pake itu sabun cuci, Doel. Emak taruh di botol biar praktis.”
“Hah?”jawab Si Doel kaget. Pantes aja rada aneh, bisiknya dalam hati.
“Lagian obat yang di tipi-tipi itu kamu liat dari mana?”tanya ibunya Si Doel.
“Duh”kata Si Doel.
“Kamu tahu kan tipi kita kemaren di pinjem”kata ibunya lagi.
Sekilas Si Doel teringat kejadian beberapa bulan lalu. Kejadian pas bulan puasa. Suatu hari di bulan puasa, ada beberapa orang yang masuk ke dalam rumah tanpa ketok pintu. Pintu nggak dikunci, jadi mereka nyelonong aja. mereka ngambil tipi sama tape. Terus keluar lagi dengan langkah pelan. Pintu ditutup lagi. Beberapa saat kemudian orang rumah baru nyadar kalo tipi sama tape ilang. Di buffet cuma ada tulisan begini :
Kepada Pemilik Rumah
“Kita pinjem bentar, ya tipinya.”
Tertanda Maling
Setelah inget kejadian itu Si Doel tambah lemes. mana tuh maling nggak pulangin tipinya. “Doel”kata ibunya.
“Ya, Mak.”
“Pada dasarnya jerawat itu ada gara-gara kamu kotor”kata ibunya. “Jerawat itu ada karena kulit kotor. jadi pas beraktivitas, tubuh ngeluarin keringet dan lainnya. Nah keringet itu bercampur sama debu dan bakteri, jadi dah jerawat”terang ibunya Si Doel yang mirip nerangin bikin adonan kue.
“Jadi gitu ya, Mak”kata Si Doel. “Terus Doel kudu gimana dong?”
“Makannya jangan jorok. Rajin-rajin cuci muka terus diobatin”kata ibunya ngasih saran.
Beberapa hari kemudian Si Doel kumpul bareng teman-temannya dilapangan basket kampung. Beberapa temannya nanyain kabar jerawatnya.
“Lama banget nih jerawat ilangnya. Gue udah coba obat yang buat jerawat tapi belum ada hasil”kata Si Doel.
“Kalo yang gue tau sih, salah satu faktor adanya jerawat itu karena peningkatan hormon testosteron yang memicu timbulnya jerawat. Nah hormon itu ngerangsang kelenjar minyak terus tuh kelenjar produksi minyak kulit kelebihan”kata Si Somat.
“Bisa buat goreng tempe dong, Mat”kata Pi’i.
“Ngaco aja lo. Tuh minyak kulit nantinya ngejadiin pori-pori lo yang bercampur sama debu tersumbat. Jadi deh jerawat Si Doel.”
“Terus ilanginnya gimana?”kata Si Doel.
“Seperti kata emak lo, Doel. Jangan jorok. Rajin-rajin bersihin badan sama muka lo, terus kasih obat”kata Si Somat. “Itu juga kudu teratur.Yang penting sekarang lo kudu sabar dan tetap ngobatain jerawatnya.”
“Ya, deh. Mulai detik ini gue bakal meratiin kesehatan gue dan nggak bakal jadi orang jorok seperti yang lo pada bilang ke gue”kata Si Doel sambil berjanji dalam hatinya.





PERSENTASE ROUTER DENGAN MIKROTIK

21 02 2009

/home/ict/Desktop/Materi Anwar Nst/PERSENTASE DENGAN MIKROTIK OS.ppt





MEMBUAT ROUTER DENGAN MIKROTIK

21 02 2009

BAB I
“PENDAHULUAN”

A.DESKRIPSI JUDUL
“MEMBUAT ROUTER MUDAH DENGAN MIKROTIK” merupakan makalah teori untuk praktek yang membahas dasar-dasar mengoperasikan Mikrotik untuk router dalam jaringan.
Mikrotik OS adalah sebuah sistem operasi Linux yang dirancang secara khusus untuk keperluan jaringan.
Mikrotik sangat menarik dan disukai banyak orang karena dengan fiturnya yang lengkap serta kemudahan dalam penggunaannya juga relatif lebih murah.
Memang sih, Mikrotik ini berbasis text, kita harus menghafal atau tau perintah command atau rumusnya. Tetapi kita tak usah khawatir, karena ada tool berbasis GUI-nya yang di sebut winbox sehingga kita tidak perlu menghafal command untuk melakukan setting.

B.MINIMUM HARDWARE
Standard PC yang ingin kita jadikan untuk router tidak begitu membutuhkan syarat-syarat yang tinggi.
Processor Pentium I, II, atau III juga boleh.
RAM 64 Mb, kalo gak ada yang 32 Mb juga bisa.
Harddisk 400 Mb bisa atau lebih .
Network Interface Card (NIC) 2 buah (untuk public dan local).

C.SYARAT VITAL ALAT DAN BAHAN
1 unit komputer yang telah terinstall sistem operasi Mikrotik sebagai router / server.
1 unit komputer yang telah terinstall sistem operasi Windows (contoh) sebagai client.
Network Interface Card (NIC) yang telah terpasang pada komputer router / server maupun client.
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) untuk menghubungkan komputer router / server dengan komputer client.
Switch / HUB.
Konektor RJ-45 untuk kabel UTP.
Tang (Crimping Tool maupun tang potong).

D.SYARAT PESERTA DIKLAT
Sebelum mengoperasikan atau mempraktekkan terlalu jauh tentang Mikrotik, peserta diklat sangat dianjurkan untuk mengetahui beberapa hal, diantaranya adalah :
Telah mengenal bagian hardware komputer.
Mengetahui urutan warna pada kabel UTP dan meng-krimpingnya dengan RJ-45.
Sudah mengetahui tentang IP address.
Sudah mempunyai CD source master MIKROTIK.

BAB II
“PROSES INSTALLASI”

Jika Anda sudah mengetahui cara-cara menginstall pada Windows XP atau yang lain dengan mudah, Anda tidak bakalan bingung untuk menginstall Mikrotik. Untuk lebih mudahnya ikuti langkah berikut :
Seperti biasa atur dari BIOS untuk boothing pertama dari CDROM.
Masukkan CD source Mikrotik ke dalam CDROM.
Maka otomatis komputer akan membaca CD dan keluar tampilan berikut.

Ini merupakan tampilan awal pada saat memulai installasi. Perintah-perintah juga terdapat di atas. Untuk memilih program mana yang ingin Anda install tekan tombol spacebar, atau jika ingin memilih semua program tanpa terkecuali tekan saja tombol a pada keyboard atau tekan tombol q untuk membatalkan proses penginstallan.

Jika sudah Anda pilih program yang ingin di install langsung tekan i pada keyboard.

Maka secara otomatis proses format dan pengkofian file-file yang di butuhkan akan berlangsung.

Jika sudah selesai tekan tombol Enter untuk me-restart komputer.
Setelah di restart maka langsung ada tampilan login seperti ini.

Barulah kita memasuki Mikrotik.

BAB III
“MEMASANG KABEL UTP DAN KONEKTOR”

Mungkin inilah yang lumayan rumit. Kita di tuntut harus teliti dalam mengkrimping UTP dengan RJ-45. Tapi gak ada yang sulit jika kita mau dan mau belajar.
Untuk penggunaan koneksi komputer, di kenal dengan 2 buah tipe penyambungan, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda. Straight cable di gunakan untuk menghubungkan client ke HUB / Router, sedangkan crossover cable di gunakan untuk menghubungkan client ke client atau untuk menghubungkan HUB ke HUB.
1.Skema Straight Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna dan sebenarnya urutan warna dari masing-masing cable tidak menjadi masalah, tapi ada standard internasional yang di gunakan untuk straight cable.
CONNECTOR 1 CONNECTOR 2
ORANGE PUTIH ORANGE PUTIH
ORANGE ORANGE
HIJAU PUTIH HIJAU PUTIH
BIRU BIRU
BIRU PUTIH BIRU PUTIH
HIJAU HIJAU
COKLAT PUTIH COKLAT PUTIH
COKLAT COKLAT

2.Skema Crossover Cable
Menghubungkan dua komputer tanpa menggunakan HUB atau menghubungkan HUB dengan HUB, maka di gunakan crossover cable.
CONNECTOR 1 CONNECTOR 2
ORANGE PUTIH HIJAU PUTIH
ORANGE HIJAU
HIJAU PUTIH ORANGE PUTIH
BIRU BIRU
BIRU PUTIH BIRU PUTIH
HIJAU ORANGE
COKLAT PUTIH COKLAT PUTIH
COKLAT COKLAT

BAB IV
“MENGOPERASIKAN MIKROTIK”

Mikrotik dapat di akses melalui 3 cara yang mudah. Tinggal terserah kita mau pilih yang mana. 3 di antaranya adalah :
1.Via Command
Menggunakan via command ini kita tidak perlu mengetik seluruh perintah yang ingin kita buat. Cukup mengetik perintah awalnya saja lalu tekan tombol tab maka otomatis perintah tersebut akan di lengkapi.
Contoh :
Misalnya kita ingin membuat perintah ip firewall, cukup kita ketik ip fir saja, lalu tekan tombol tab, maka otomatis akan menjadi ip firewall.
Ketik “..” untuk kembali ke sub menu di atasnya.
Ketik “/” untuk kembali ke root menu.

2.Via Web
Mikrotik bisa juga di akses melalui web di browser. Caranya ketik di browser IP Mikrotik kita misalnya : 10.9.8.1.

3.Via Winbox
Mikrotik bisa di akses atau di remote menggunakan winbox atau fitur kecil windows berbasis GUI yang sangat praktis. Cara ini lah yang paling menarik.
Berikut merupakan tampilan awal mengaktifkan winbox.

Dengan menggunakan winbox, kita dapat mendeteksi Mikrotik yang sudah di install.

CARA MENGUBAH PASSWORD
Supaya lebih aman, lebih baik password defaultnya di ubah.
Perintah via command :

CARA MENGUBAH NAMA SYSTEM
Di sini di contohkan nama sistemnya menjadi “bismillah”, dan anda bisa mengganti dengan yang lain (nama anda).
Perintah via command :

Perintah via winbox :

CARA MELIHAT STATUS LAN CARD
Untuk meyakinkan bahwa LAN car udah terdeteksi atau belum.
Perintah via command :

Jika ada tanda “X” di sebelah nomor, berarti belum terdeteksi (disabled), maka langkah selanjutnya adalah meng-enabled kan nya dulu sampai hurufnya jadi “R” (running).
Cara meng-enabled kannya :

Perintah via winbox :

Jika belum ter-deteksi juga, ada beberapa kemungkinan :
LAN cardnya sudah rusak
Drivernya belum terinstall dengan baik
Pemasangan pada slot motherboard longgar

CARA MENAMAI LAN CARD
Untuk lebih mudah menghafal atau membedakan mana yang untuk public dan local, sebaiknya di namai aja.
Perintah via command :

Lalu lihat lagi untuk meyakinkan :

Perintah via winbox :

1.SETTING IP ADDRESS
Perintah via command :

Untuk melihat konfigurasi IP Address yang sudah kita berikan :

Perintah via winbox :

2.SETTING GATEWAY
Biar bisa connect ke Internet lewat pintu gerbang IP Gateway yang di beri ISP kita.
Perintah via command :

Lihat konfigurasi yang sudah di buat :

Bagian Destination di isi 0.0.0.0/0 yang berarti semua routing kemanapun tujuannya di arahkan menuju IP Gatewaynya.
Tujuan routing adalah agar paket IP yang di kirim sampai pada tujuan, begitu juga paket IP yang di tujukan untuk kita sampai pada kita dengan baik.
CARA MELAKUKAN ROUTING STATIC

IP yang di atas adalah IP local yang kita buat misalnya IP local kita 192.168.77.22/24 tetapi di tulis menjadi 192.168.77.0/24.
Apabila kita lakukan routing static ini, maka otomatis Gateway kita menjadi 2, oleh sebab itu hapuslah satu di antaranya.
Untuk melihatnya, gunakan perintah “ip route print” lalu untuk menghapus “ip route remove” di ikuti dengan nomor.
Jika sudah selesai, test ping ke gateway kita untuk memastikan konfigurasi sudah benar.

Jika reply berarti sudah benar.
3.SETTING DNS
Isi DNS sesuai yang di berikan ISP kita.
Perintah via command :

Maksud allow-remote-request=yes adalah membuat router kita juga menjadi DNS Forwarder yaitu router kita juga berfungsi menjadi server DNS. Sehingga client dalam LAN akan terasa lebih cepat browsing karena client kita tidak perlu jauh-jauh mengambil DNS dari server ISP kita, tapi cukup dari router Mikrotik aja.
Melihat konfigurasi DNS yang sudah di buat :

Coba ping ke yahoo.com atau yang lain :

4.SETTING SOURCE NAT / MASQUERADING
NAT (Network Address Translation) berfungsi agar client komputer di lokal juga bisa terkoneksi ke Internet. Dengan NAT, kita bisa meng-share suatu nomor IP address public ke komputer local.
Keuntungan :
Menghemat IP public atau cukup satu sebagai gateway localnya
Jaringan local kita akan tersembunyi di belakang IP public yang di berikan ISP sehingga lebih aman.
Perintah via command :

Untuk melihat konfigurasi Masquerading NAT kita :

Untuk memastikan konfigurasi setting ip, setting gateway, setting DNS dan masquerading nat, tes ping ke ip server, ip gateway, dan bila perlu ping ke nama domain (yahoo.com misalnya).





SELAMAT DATANG

21 02 2009
anwartkj@yahoo.co.id

anwartkj@yahoo.co.id





Hello world!

21 02 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!